“BONGKAHAN MUTIARA TERPENDAM DI DESA MANDALAMEKAR KABUPATEN TASIKMALAYA”

Sumber: bp2dk.id

Desa  Mandalamekar  berada  di Kecamatan Jatiwaras,Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat adalah desa yang asri, indah, nyaman, dan jauh dari kebisingan serta hiruk pikuk kegiatan kota. Disana saya dilahirkan dan dibesarkan. Desa Mandalamekar merupakan daerah perbukitan. Luas daerahnya kurang lebih sebanyak ± 709,45 ha dengan jumlah penduduk sebanyak 3312 jiwa. Mereka mendiami rumah-rumah di perkampungan yang terletak di lereng-lereng bukit. Sehingga tidak heran jika jalan menuju ke desa ini merupakan jalanan khas perbukitan yang terjal dan berbatu besar. Berdasarkan pada data yang disajikan dalam website mandalamekar.desa.id, luas wilayah Desa Mandalamekar kurang lebih seluas 709, 45 ha, dan terdiri dari: ±40 ha untuk wilayah permukiman; ±76 ha tanah sawah; ±500 ha tanah kering/ kebun; ±20 ha tanah kas desa; dan ±73 ha hutan lestari (hutan adat), yaitu di Karangsoak, Pasir Salam, Ciganasoli, Carulang, Pasir Badak, Pasir Bentang, Cikujang, Cisambel, dan Cipacet.

 

Desa indah nan asri ini memiliki sejuta potensi bahkan telah berhasil menciptakan hutan lindung seluas 240 hektare kini menjadi sumber mata air bagi masyarakat yang tinggal di sana. Padahal, sebelum menjadi hutan lindung, lahan tersebut merupakan tanah gersang yang telah ditinggalkan. Tanah yang subur menjadi penyebab utama banyaknya potensi di desa ini. Perkebunan, peternakan, bahkan banyak tempat untuk dijadikan area pariwisata bisa dikembangkan disini antara lain: terdapat situs-situs Desa Mandalamekar juga berkaitan erat dengan sejarah penyebaran islam di Jawa Barat. Terdapat situs-situs bersejarah seperti makam keramat dan gua-gua, yaitu Gua Tasbih dan Gua Mesjid, yang pada zaman dahulu dijadikan sebagai tempat penyucian diri. Selain itu, terdapat juga makam para ulama Islam yang diperkirakan telah ada sejak tahun 1700, berdasarkan pada perkiraan tersebarnya Islam di Jawa Barat

Desa Mandalamekar memiliki banyak sekali potensi Pariwisata yang luar biasa jika dikelola dengan benar dan sungguh-sungguh bisa “akan” bernilai ekonomi. objeck atau potensi wisata di desa bersejarah seperti makam keramat dan gua-gua yaitu Gua Tasbih dan Gua Mesjid, kawasan hutan konservasi di Karang Soak, air terjun atau dalam istilah bahasa sunda adalah curug (curug yang paling terkenal di Desa Mandalamekar adalah curug sawer), dan tentu saja panorama asri serta udara yang cukup sejuk, udara khas pegunungan. Sayangnya, pemerintah seolah belum melirik tempat kami yang masih sangat luar biasa ini.

 

satunya yang sudah cukup dikenal keluar desa atau bahkan cukup di kenal sampai keluar kota yaitu Curug Sawer. Desa ini sesungguhnya memiliki banyak potensi yang bisa di kembangkan yang tentu salah satunya Curug Sawer yang sudah terlebuh dahulu dikenal orang. Namun di desa kami terdapat beberapa potensi wisata lainnya yag belum terlalu di kenal para wisatawan Beberapa potensi pariwisata adalah seperti : Kawasan hutan konservasi di Karang Soak, Curug (Air Terjun), Guha (Gua) dan tentu saja panorama asri serta udara yang cukup sejuk, udara khas pegunungan.

Curug Sawer

Sumber: desamandalamekar.id

 

meski terpencil Desa Mandalamekar juga termasuk ke dalam desa yang memanfaatkan fasiltas DBT (Desa Broadband Terpadu) dan tercatat sebagai desa internet pertama di Indonesia. Saat ini Aparatur desa terus berusaha untuk melakukan promosi tentang potensi desa dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Desa Mandalamekar. Salah satu promosi yang gencar dilakukan adalah media Internet, Dengan terus menyuarakan visi nya “Leuweung Nganteng Kaca Nunggal”, yang berarti “Hutan Lestari Cermin Kehidupan”. Web desa dijadikannya sebagai media untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan terkait dengan pembangunan desa, terutama sebagai desa yang sangat peduli terhadap konservasi., website tersebut digunakan sebagai sarana komunikasi antara pemerintah Desa dengan penduduk desa baik yang tinggal di Desa Mandalamekar maupun untuk warga Mandalamekar yang tinggal diperantauan dan lebih luas lagi sebagai sarana memperkenalkan Desa

Gua Tasbeh

Sumber: desamandalamekar.id

 

Mandalamekar kepada Dunia.Cara ini cukup efektif, hingga saat ini banyak Mahasiswa yang datang untuk melakukan penelitian dan ada beberapa orang Amerika yang berkunjung ke Mandalamekar untuk membuat film dokumenter. Prestasi yang cukup luar biasa untuk ukuran desa yang masih merancang dan mempromosikan potensinya. saya ingin semua potensi luar biasa yang dimiliki oleh Desa Mandalamekar akan tergali dan terkelola dengan maksimal. Dengan mengembangkan potensi itu sesungguhnya akan meningkatkan nilai ekonomis desa dan tentu akan bermanfaat bagi penduduk desa serta akan meningkatkan pendapatan ekonomi penduduknya. Dengan banyaknya para wisatawan yang berdatangan ke desa penduduk desa bisa merubah perekonomiannya dengan menjual produk-produk asli desa,pengadaan penginapan dll, dengan atau tanpa mereka perlu memasarkan keluar desa karena orang-orang dari luar lah yang akan berdatangan ke desa sebagaiwisatawan. Ketika desanya maju maka penduduknya pun Insyaallah akan maju,bahagia & sejahtera tinggal di desanya sendiri :), sehingga tidak akan ada lagi penduduk desa yang ke kota untuk mencari pekerjaan yang memang selama ini sudah menjadi suatu kebiasaan ketika kebanyakan orang beropini bahwa uang itu hanya bisa di dapatkan di kota. Maka dari itu dengan mengembangkan potensi yang ada ini akan merubah mindset/kebiasaan kalau uang itu hanya bisa di dapatkan di kota. Tentunya agar semua impian itu bisa terjadi harus disertai oleh pengelolaan yang baik. Tanah subur yang dimiliki di Desa kami sangat begitu luas banyak sekali buah-buahan seperti Manggis, durian, dukuh, pisang tumbuh subur di desa kami. Kambing, domba, ayam, sapi berkembang dengan baik di desa kami. Dan tak kalah pentingnya, beberapa tempat yang berpotensi sebagai tempat pariwisata, seperti yang telah dituliskan sebelumnya menjadi warna tersendiri di desa kami. Akan tetapi, berbanding terbalik dengan keadaan yang ada.

Jutaan potensi yang dimiliki ini seolah sia-sia. Kelapa, pisang dan lain sebagainya hanya ditawar dengan harga yang begitu rendah oleh para tengkulak. Kambing, domba, dan sapi memiliki harga yang tidak sesuai dengan harga di pasaran. Bahkan tempat-tempat yang berpotensi sebagai tempat pariwisata, hanya digunakan sebagai hiburan lokal masyarakat desa kami. Butuh tangan-tangan kreatif untuk mengembangkanya, hal ini menjadi pemicu semangat bagi saya untuk mengatasi permasalahan ini. Dan ini akan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi pengangguran, sehingga orang di desa kami tidak harus pergi ke kota untuk mencari uang, tapi mereka akan dibina, dilatih dan diarahkan untuk mengelola jutaan potensi yang ada menjadi bongkahan-bongkahan mutiara yang bernilai rupiah. Saya adalah seorang anak Desa Mandalamekar dengan kemauan dan tekad yang tinggi. Di dasari cita-cita yang luhur untuk meningkatkan kualias pembangunan dan kebangsaan secara nasional dengan memperkuat desa dan kawasan pedesaan di jawa barat. Saya memiliki jiwa entrepreneur dan kemauan yang keras untuk mengembangkan desa. Ketika orang lain di desa saya sangat sedikit memiliki kemauan untuk melanjutkan kuliah, saya menjadi satu dari beberapa orang yang melanjutkan kuliah. 2018 saya lulus dengan gelar S.T (Sarjana Tekhnik), sarjana IT pengendali tekhnologi masa depan yang tepat guna. Dengan kemampuan di bidang teknologi ini saya memiliki cita-cita dan rencana mengembangkan daerah saya.

Cita-cita tersebut kemudian diejawantahkan melalui pendekatan dan cara cara baru membangun desa. Usaha ini bercirikan: mengutamakan karya nyata, menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan nilai- nilai kearifan desa, mendorong kinerja ekonomi yang sesuai dengan ekologi, mendorong kerjasama yang arif dan konstruktif antara masyarakat, pemerintah, dan badan usaha,sehingga kemandirian desa. Rencana terbesar dalam hidup saya adalah membuat segala potensi yang ada menjadi penghasil rupiah,meningkatkan pertanian dengan ilmu pengetahuan dan teknologi juga memanfaatkan jaringan internet dengan baik supaya masyarakat di desa hidup makmur dan sejahtera secara finansial. Jika rakyat telah makmur secara finansial, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia akan meningat dan angka pengangguran akan menurun. Bagaimana hal tersebut bisa terlaksana? Caranya dengan mengembangkan sistem informasi desa, penataan produksi pertanian, melakukan sosialisasi dan pembinaan serta memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa untuk memanfaatkan internet dengan baik. Sebagai “Desa Internet” nama yang diberikan oleh menteri KOMINFO RI. Hal ini menjadi langkah awal positif dalam perencanaan pembangunan desa yang telah sebelumnya saya rencanakan. Manfaat dari internet telah dirasakan oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Kalangan pelajar, ibu-ibu tukang jualan online, go-jek, dan lain sebagainya.

 

Dengan adanya fasilitas ini kita bisa meningkatkan potensi sekaligus tekhnologi desa dengan membangun pariwisata yang di dalamnya terdapat air terjun, gua-gua bersejarah yang di kelola dengan baik dan hutan lindung yang sangat asri yang di dalamnya terdapat perkebunan canggih dengan sistem penyiraman otomatis dan dikendalikan lewat jaringan internet dari jarak jauh sehingga saya yakin ini akan menjadi daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan. Membuat sistem penyiram tanaman otomatis Sesuai dengan namanya, alat ini dapat melakukan penyiraman secara otomatis terhadap tanah yang telah dipasangi dengan alat ini. Alat ini bekerja dengan mengetahui kelembaban tanah yang ada. Kelembaban tersebut dapat diketahui dari dipasangkannya sensor kelembaban yang dapat mengukur kelembaban tanah yang ada. Sensor ini akan memisahkan 2 kategori nantinya, yaitu tanah mana yang memiliki kelembaban kering dan tanah mana yang memiliki kelembaban basah. Sistem ini di buat untuk mempermudah melakukan penyiraman tanaman serta untuk menghemat air, karena dengan mengetahui tanah mana yang memiliki kelembaban masuk dalam kategori kering atau basah, kita tidak perlu melakukan penyiraman tanah yang sia-sia. Penyiraman tanaman juga dapat dilakukan secara terjadwal secara tidak langsung.

Sumber: detik.com

Meningkatkan sektor pertanian

dengan mengembangkan alat pertanian yang di kendalikan dengan remote control sehingga bisa mempermudah petani. seperti yang telah dibuat oleh pemuda asal kebumen yaitu membuat traktor setan. Alat pertanian Traktor setan ini yaitu traktor tanpa awak yang di kendalikan dari jarak jauh hanya menggunakan sebuah remote dari pinggir sawah, sehingga petani tidak perlu cape cape mengikuti traktor untuk membajak sawah. Itulah sekelumit mengenai bongkahan mutiara terpendam di Desa Mandalamekar serta rencana saya untuk menggalinya. Semoga apa yang direncanakan dapat terealisasikan sesuai dengan rencana dan harapan.

Sumber : detik.com

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan